Mentawai, Wei!

“Halo rekan-rekan seperjuangan yang mencoba santai tapi masih kurang piknik”

Ah, ketemu lagi kita ya. Setelah lama tidak menulis disini karena banyak tawaran pekerjaan, akhirnya saya kembali. Layaknya bayangan mantan yang kembali menyerang, kenangan jalan berdua saat melintasi cafe yang biasa jadi tongkrongan berdua, atau obrolan singkat via whatsapp menjelang tidur dilengkapi dengan emoticon yang bermacam-ragam, namun sekarang sudah tiada. Sudahlah, kamu move on aja.

Udah pernah ke Mentawai? Minimal ke ibukota kabupaten nya aja, Tua Peijat. Belum? Kesian!

Setelah sebelumnya saya mengitari kabupaten Solok Selatan dengan segala keindahannya, kali ini saya berkesempatan untuk mengunjungi kabupaten lain di Sumatera Barat. Mentawai, Wei!

Kabupaten Mentawai; kabupaten yang sangat dikenal oleh wisatawan asing karena memiliki pantai yang menawan dan ombak yang menantang bagi para surfer (pelaku olahraga surfing). Peningkatan signifikan selalu ditunjukkan jika kita bicara soal jumlah wisatawan yang berkunjung ke kabupaten yang terdiri dari empat kelompok pulau yaitu Pulau Sipora, Pulau Siberut, Pulau Sikakap, dan Pulau Pagai Utara.

Perjalanan saya kali ini sebenarnya diajak oleh salah satu pihak swasta yang mengadakan kegiatan sosial di kabupaten tersebut. Sebut saja, Artha Graha Peduli, yang memang pada saat itu sedang meramaikan iven Hari Pers Nasional 2018 di Kota Padang. Karena memang bertujuan baik dan berfaedah, tanpa pikir panjang dan bertele-tele, saya langsung meng-iya-kan ajakan tersebut.

Kapal kami berangkat sekitar pukul 06.00 WIB. Sekedar trik buat yang susah bangun pagi seperti saya, “kalo ada kegiatan pagi, mending gak usah tidur dari pada kebablasan”. Perjalanan ini tidak hanya saya dan pihak Artha Graha Peduli saja. Ada puluhan wartawan nasional yang ikut serta karena kegiatan ini disamperin oleh beberapa menteri Republik Indonesia. Rame pokoknya..

Langit yang cerah dan laut yang tenang menemani perjalanan laut kami yang membutuhkan waktu tiga setengah jam menggunakan kapal MV Mentawai Fast. Bikin ngantuk tapi seru. Dengan ramainya orang-orang yang ikut, saling bertukar cerita dengan orang-orang baru sudah jadi target saya setiap nge-trip. Cocok banget lah, ya!

Ini merupakan kunjungan resmi pertama saya loh ke Kabupaten ini.

Setelah ketiduran, puyeng tapi gak mabok, dan kecapekan, akhirnya kapal kami bersandar di Dermaga Tua Peijat. Sambutan formal pun digelar untuk menyambut kami. Mulai dari tarian daerah, sedikit kata sambutan, dan pengalungan cendera mata mewarnai awal perjalanan kami.

Cendera Mata Mentawai

Maafin fotonya sambil nyempil sana-sini karena masih belum sadar. Kebayangkan, turun kapal tapi mesti harus foto-foto..

Nah, dari dermaga, kami langsung dinaikkan ke beberapa truk militer milik Korem 032 Wirabuana menuju lokasi kegiatan.

Kirain udah langsung nyampe..

Kira-kira 20 menit perjalanan darat, kami tepat merapat ke lokasi kegiatan. Lokasi kegiatan sosial tersebut adalah RSUD Kab. Kep. Mentawai yang terletak di Tua Peijat, Pulau Sipora. RSUD tersebut disulap dan telah dilengkapi dengan banyak pos kesehatan yang siap menanggulangi permasalahan masyarakat sekitar di bidang kesehatan. Kerjasama banyak pihak ini benar-benar sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat Tua Peijat karena sudah lama mereka tidak mendapatkan penanganan profesional.

Sambutan yang ramah dari masyarakat lokal pun membuat saya kagum. Masyarakat yang mengisi salah satu kepulauan terluar dari Republik ini menurut saya sangat tangguh dan kuat menjalani kehidupan mereka yang selama ini banyak bergantung dari hasil bumi yang bisa mereka berdayakan sendiri.

Pakaian Adat Mentawai

Oh, I love their smiles

Langsung menuju ke lokasi, penduduk sekitar pun berdatangan dengan berbagai cara. Ada yang  berjalan kaki, menggunakan kendaraan pribadi, atau dijemput menggunakan kendaraan operasional militer dan Basarnas. Percaya atau tidak, masyarakat tampak sangat antusias untuk datang karena kegiatan ini tidak memungut biaya sepeser pun A.K.A gratis, A.K.A perai.

photo6337075472332072917

Tindakan pemeriksaan profesional pun dilakukan untuk semua masyarakat yang datang. Dokter-dokter nya pun sangat kompeten di bidang nya. Tercatat ada 8 pos pemeriksaan, 1 pos spesialis, dan juga khitanan massal. Rame, pastinya!

Pengobatan Massal di Tua Peijat, Mentawai

By the way, perawatnya cantik..

Kegiatan ini sebenarnya berlangsung dua hari (7-8 Februari 2018). Namun, saya nya hanya dapet jatah sehari pertama. Gpp lah, namanya juga diajak. Waktu yang sedikit juga membuat ketidak-puasan meluap di jiwa karena tepat pukul 15.15 WIB, kami sudah harus kembali ke dermaga untuk pulang.

Sesampainya di dermaga, kepulangan kami terhambat karena terjadi masalah pada kapal akan kami tumpangi untuk pulang. Pukul 18.30 WIB, baru lah kami diperbolehkan pulang dengan menggunakan kapal milik Basarnas Kab. Mentawai. Kapalnya kenceng beneran..

Mentawai

Langitnya bagus..

Kira-kira pukul 22.30 WIB, kapal akhirnya merapat ke dermaga Pelabuhan Teluk Bayur, Padang, setelah hujan ditengah laut melanda perjalanan kami. Ternyata kota Padang memang sedang dilanda hujan saat itu. Maaf, saya nya gak tau.

Banyak temuan dan pengalaman baru yang saya temukan di perjalanan ini. Sayang, waktunya gak cukup. Sangat-sangat tidak cukup. Eh iya, sebelumnya saya sangat berterima kasih kepada pihak Artha Graha Peduli, Korem 032 Wirabuana, dan semua pihak yang terlibat di kegiatan ini. Luar biasa!

Jangan lewatkan trip saya yang entah kemana akan dibawa orang lain waktu. Pesan saya, segera lah move on, wahai para penunggu kesempatan mengejar mantan.

 

 

Advertisements

5 thoughts on “Mentawai, Wei!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s