24 Jam Penuh Cerita yang Ada Endank Soekamti Pastinya

“Halo rekan-rekan seperjuangan yang mencoba santai tapi masih kurang piknik”

Saya nya balik lagi. Pada kangen sama cerita nirfaedah apalagi yang akan saya share kali ini? Pasti lah! Layaknya rindu yang lama tersimpan akhirnya tersampaikan. Berontak, liar, dan egois. Udah, jujur aja. Saya tau apa yang kamu mau.

Pada tau Kabupaten Pasaman Barat kan? Sebuah Kabupaten di Sumatera Barat yang terkenal dengan produksi sawit ini akhirnya saya pijak tanahnya. Seneng? Oh tentu iya!

Setelah sebelumnya saya berkelana ke Kabupaten Mentawai, kali ini kita bertandang lagi ke Kabupaten Pasaman Barat. Pengalaman baru dengan 24 jam penuh cerita yang ada Endank Soekamti-nya!

Cerita ini akan saya mulai pada waktu menjelang pagi . Ada apa saat menjelang pagi itu? Nah, ada janji! Janji yang mana adalah berangkat bersama 5 orang teman lainnya untuk sebuah event yang digelar oleh salah satu brand rokok itu ditetapkan pada pukul 05.30 WIB. So pasti, ngana tidak tidur agar supaya tidak kebablasan. Tepat pukul 04.45 WIB, saya tinggalkan rumah yang sangat saya cintai. Sepagi itu, tanpa banyak kata pengantar, tanpa basa-basi, dan tanpa mandi, saya berangkat.

Pukul 05.30 WIB, kami, 6 orang itu berkumpul. Obrolan santai sembari menahan dingin pagi itu cuma kata pengantar. Setelah sesi sarapan dengan menu ketupat pagi yang disedot langsung dari bungkusnya dan tunggu-menunggu selesai, berangkat jua lah bus yang mengangkut kami semua (baca: total semua orang yang berangkat dari Padang ternyata 42 orang) pada pukul 07.45 WIB. Lama juga? Ah, enggak lah (inget, gak pake tidur loh ini..).

Hal pertama yang saya lakukan setelah naik ke bus adalah mengatur bagaimana posisi  tidur yang tepat dan se-nyaman mungkin. Tapi, prediksi saya untuk bisa tidur nyenyak buyar. Susah bener ternyata ini mata diajak kompromi padahal perjalanan darat yang kami tempuh kali ini kurang lebih memakan waktu 5 jam dengan keadaan jalanan Padang – Pasaman Barat yang tidak terlalu ramai. Ada sih ketiduran, cuma ya gitu. Gak puas, men. Pada akhirnya, saya cuma bisa menikmati pemandangan yang diberikan oleh jalanan.

Bus kami tepat merapat di hotel Al-Istiqomah di daerah Batang Toman, Pasaman Barat, kira-kira pukul 12.15 WIB. Semua penumpang bus pun turun untuk istirahat sebentar dan makan siang. Obrolan ringan pun tercipta diantara kami semua sampai akhirnya yang ditunggu-tunggu pun datang, rombongan Endank Soekamti! Ya, band asal Yogyakarta yang sudah berdiri sejak Januari 2001 itu didapuk untuk mengisi event ini.

Gerombolan kami akhirnya beristirahat di Hotel Pasaman. Hotel lain yang tidak jauh dari hotelnya Endank Soekamti dan lokasi acara. Kami tidak menginap di hotel tersebut, cuma dijadikan tempat istirahat sejenak untuk meluruskan punggung yang udah bengkok di perjalanan tadi. Oh iya, rombongan kami yang awalnya 6 orang, bertambah menjadi 9 orang dengan tambahan 3 orang teman lainnya dari Payakumbuh yang juga ikut meramaikan event tersebut. Di kamar nomor 15 itu, kami akhirnya pasrah dan menyerah.

Tidur yang tanggung itu harus terhenti karena tepat pukul 16:00 WIB kami sudah harus ke lokasi event. Ada Meet & greet Endank Soekamti bersama puluhan bikers dari Pasaman Barat yang harus diikuti. Tak apa lah. Apalah arti tidur jika dibandingkan ngobrol bareng Endank Soekamti dan ketemu orang-orang baru yang pastinya seru. Satu pengetahuan baru yang saya dapatkan di sesi itu adalah arti dari nama Endank Soekamti. Jadi, nama Endank Soekamti tersebut adalah nama dari seorang guru dimana Mas Erik dan Mas Dory bersekolah dulu, Soekamti. Pada gak tau kaan?

Meet & Greet Endank Soekamti di Pasaman Timur

Keren, ye..

Baiklah. Setelah banyak kegiatan nirfaedah yang kami ber-sembilan lakukan selagi menunggu acara puncak dimulai, akhirnya peluit pun ditiup! Event #UnityPitstop itu pun dimulai pada pukul 19.00 WIB. Gelaran musik tersebut dimulai dan dibuka oleh tiga band lokal dari Sumatera Barat yaitu Rules 18 (Pasaman Timur), Jhon Selon (Bukittinggi), dan Berdanska Ria (Payakumbuh). Percaya lah, mereka semua keren!

Tidak lama setelah tiga band pembuka tersebut turun panggung, Endank Soekamti langsung menggebrak penikmat musik Pasaman Barat dengan membawakan lagu-lagu andalan mereka seperti Semoga Kau di Neraka, Sampai Jumpa, Luar Biasa, dan banyak lainnya. Aksi tiga orang luar biasa ini di atas panggung diikuti lompat-lompatan, jingkrak-jingkrak-an pecintanya di bawah. “Petjaah”, begitu bahasa remaja sekarang.

Erix Soekamti Live Perfomance        photo6201653027480381452

Event berakhir pada pukul 23.30 WIB. Hujan yang seperti tertahan sejak awal event dimulai, akhirnya turun jua. Layaknya rindu yang lama tersimpan akhirnya tersampaikan. Berontak, liar, dan egois. Kegiatan kali ini luar biasa melelahkan (karena kurang tidur) tapi menyenangkan karena ketemu sama orang-orang baru yang pastinya keren. Setelah semuanya bubar, rombongan Endank Soekamti nya balik ke hotel, dan penjual sate yang mana saya lupa ucapkan terima kasih karena menyelamatkan perut kami pulang, kami kembali ke bus dan bergerak kembali menuju Padang.

photo6201653027480381450

Foto bareng dulu dong ya sebelum pulang!

Di akhir tulisan ini, saya ucapkan banyak terima kasih kepada teman-teman yang sudah melancarkan apa pun yang saya lakukan di kegiatan ini. Semoga bakal diajak lagi, Amin!

Jangan lewatkan trip saya yang entah kemana akan dibawa orang lain waktu. Pesan saya, segera lah move on, wahai para penunggu kesempatan mengejar mantan.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s